InpoRRA ยป Blog

๐ŸŒ

Tarian Reog Ponorogo

Tarian Reog Ponorogo: Asal, Sejarah, Makna, Baju, & Keunikan

Tari Reog Ponorogo adalah

Tarian Reog Ponorogo adalah tarian tradisional dari Ponorogo, Jawa Timur yang telah diakui sebagai salah satu warisan budaya takbenda Indonesia oleh UNESCO pada tahun 2013. Tarian ini memiliki daya tarik yang luar biasa karena menampilkan perpaduan antara unsur tari, musik, dan drama.

Tari Reog Ponorogo memiliki ciri khas berupa topeng kepala singa yang besar dan berat, serta kostum yang terbuat dari bulu merak. Tarian ini dibawakan oleh para penari pria yang gagah dan bersemangat.

Asal daerah & Sejarah Tari Reog Ponorogo

Tari Reog Ponorogo merupakan salah satu seni budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut, dan Ponorogo dianggap sebagai kabupaten asal Reog yang sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat Reog dipertunjukkan.

Sejarah Reog Ponorogo diawali dari cerita rakyat tentang pemberontakan Ki Ageng Kutu, seorang pemuka agama Islam, terhadap Raja Ponorogo yang beragama Hindu, Prabu Kelana Sewandana. Ki Ageng Kutu berhasil menumbangkan Prabu Kelana Sewandana dan menjadi raja baru di Ponorogo. Sebagai raja baru, Ki Ageng Kutu mengganti nama Kerajaan Ponorogo menjadi Praja Gilang.

Untuk merayakan kemenangannya, Ki Ageng Kutu mengadakan pesta rakyat yang sangat meriah. Pesta rakyat tersebut dimeriahkan oleh berbagai macam kesenian, termasuk Reog. Reog yang dipertunjukkan pada saat itu menggambarkan pertarungan antara Ki Ageng Kutu yang mengenakan topeng barong melawan Prabu Kelana Sewandana yang mengenakan topeng jathil.

Selain versi cerita pemberontakan Ki Ageng Kutu, terdapat juga versi lain yang menceritakan tentang asal-usul Reog Ponorogo. Versi lain tersebut menceritakan tentang kisah cinta antara Raden Kumbokarno, putra Raja Ponorogo, dengan Dewi Ragil Kuning, putri Kerajaan Kediri. Raden Kumbokarno berhasil meminang Dewi Ragil Kuning dengan bantuan dua sosok penari barong, yaitu Jathil dan Bujang Ganong.

Pementasan Reog Ponorogo biasanya dilakukan pada acara-acara penting, seperti penyambutan tamu, festival budaya, atau upacara adat. Pementasan Reog Ponorogo biasanya terdiri dari beberapa rangkaian, yaitu:

  • Pada awal pertunjukan, biasanya akan ditampilkan adegan tarian pembuka yang dibawakan oleh penari jathil dan pasukannya. Penari jathil biasanya mengenakan kostum yang sangat berwarna-warni dan dihiasi dengan bulu-bulu.
  • Selanjutnya, akan ditampilkan adegan pertarungan antara dua sosok barong, yaitu barong ponorogo dan barong jathil. Barong ponorogo biasanya mengenakan topeng yang terbuat dari kulit sapi dan dihiasi dengan bulu-bulu merak. Barong jathil biasanya mengenakan topeng yang terbuat dari kayu dan dihiasi dengan bulu-bulu warna-warni.
  • Adegan terakhir biasanya menampilkan adegan kemenangan barong ponorogo atas barong jathil. Adegan kemenangan ini biasanya diakhiri dengan tarian barong ponorogo diiringi oleh musik gamelan.

Makna Tari Reog Ponorogo

Makna simbolis Tari Reog Ponorogo

Tari Reog Ponorogo memiliki makna simbolis yang mendalam. Makna-makna tersebut dapat dilihat dari berbagai unsur yang terdapat dalam tarian tersebut, antara lain:

  • Topeng Barong

Topeng Barong adalah topeng yang dikenakan oleh penari utama dalam Tari Reog Ponorogo. Topeng ini melambangkan sosok Singa barong, yang merupakan simbol kekuatan, keberanian, dan kejayaan.

  • Bulu Merak

Bulu Merak yang menghiasi topeng Barong melambangkan keindahan dan keanggunan. Bulu Merak juga melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan.

  • Kuda Lumping

Kuda Lumping adalah penari yang menari di atas kuda yang terbuat dari anyaman bambu. Kuda Lumping melambangkan semangat perjuangan dan kesetiaan.

  • Jatilan

Jatilan adalah penari yang mengenakan kostum dan topeng bermotif binatang. Jatilan melambangkan kekuatan dan keberanian.

Makna filosofis Tari Reog Ponorogo

Tari Reog Ponorogo juga memiliki makna filosofis yang mendalam. Makna filosofis tersebut dapat dilihat dari pertunjukan Tari Reog Ponorogo secara keseluruhan, yang menggambarkan perjuangan seorang pemuda bernama Ki Ageng Suryongalam untuk merebut kembali tanah Ponorogo dari tangan Raja Singabarong.

Perjuangan Ki Ageng Suryongalam digambarkan melalui sosok Barong, yang melambangkan kekuatan dan keberanian. Sedangkan Raja Singabarong digambarkan melalui sosok Bujang Ganong, yang melambangkan kekuatan dan keburukan.

Pertunjukan Tari Reog Ponorogo pada akhirnya menggambarkan kemenangan Ki Ageng Suryongalam atas Raja Singabarong. Kemenangan ini melambangkan kemenangan kebaikan atas kejahatan, dan kemenangan kebenaran atas kebatilan.

Baju Reog Ponorogo

Adalah salah satu jenis pakaian tradisional khas Ponorogo, Jawa Timur. Baju ini biasanya dikenakan oleh penari reog, baik penari pria maupun wanita. Baju reog memiliki ciri khas berupa warna-warna cerah yang mencolok, seperti merah, hijau, dan kuning. Selain itu, baju reog juga biasanya dihiasi dengan motif-motif tradisional, seperti motif flora dan fauna.

Baju reog biasanya terbuat dari bahan katun atau polyester. Bahan katun dipilih karena nyaman dan mudah menyerap keringat, sehingga cocok dikenakan saat menari reog yang membutuhkan gerakan yang dinamis. Bahan polyester juga bisa dipilih, karena lebih tahan lama dan tidak mudah kusut.

Baju reog biasanya terdiri dari beberapa bagian, yaitu:

  • Baju bagian atas

Baju bagian atas terdiri dari kemeja dan celana panjang. Kemeja biasanya berwarna merah dan memiliki motif-motif tradisional. Celana panjang biasanya berwarna hitam atau putih.

  • Baju bagian bawah

Baju bagian bawah terdiri dari selendang dan sarung. Selendang biasanya berwarna merah dan memiliki motif-motif tradisional. Sarung biasanya berwarna hitam atau putih.

  • Perhiasan

Penari reog juga biasanya mengenakan perhiasan, seperti gelang, kalung, dan mahkota. Perhiasan ini biasanya terbuat dari emas atau perak.

Fungsi Baju Reog Ponorogo

Baju reog memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Sebagai identitas penari reog

Baju reog memiliki warna-warna cerah dan motif-motif tradisional yang khas. Hal ini membuat baju reog mudah dikenali dan menjadi identitas penari reog.

  • Sebagai pelindung penari reog

Baju reog terbuat dari bahan yang nyaman dan tidak mudah kusut. Hal ini membuat baju reog nyaman dikenakan saat menari reog. Selain itu, baju reog juga biasanya dihiasi dengan motif-motif tradisional yang memiliki makna tertentu. Motif-motif ini dipercaya dapat melindungi penari reog dari mara bahaya.

  • Sebagai simbol budaya Ponorogo

Baju reog merupakan bagian dari budaya Ponorogo. Baju ini menjadi simbol kebanggaan masyarakat Ponorogo dan identitas daerah tersebut.

Pemanfaatan Baju Reog Ponorogo

Baju reog biasanya digunakan dalam acara-acara budaya, seperti pertunjukan reog, pergelaran seni, dan festival budaya. Selain itu, baju reog juga bisa digunakan sebagai pakaian sehari-hari. Baju reog dengan desain yang modern dan kekinian semakin banyak diminati oleh masyarakat.

Keunikan Tari Reog Ponorogo

Tari Reog Ponorogo memiliki keunikan yang membuatnya menjadi salah satu tarian tradisional yang paling populer di Indonesia. Keunikan-keunikan tersebut antara lain:

  • Sosok Singabarong

Salah satu keunikan yang paling menonjol dari Tari Reog Ponorogo adalah sosok Singabarong. Singabarong adalah topeng berbentuk kepala singa yang dihiasi dengan bulu merak. Topeng ini memiliki ukuran yang sangat besar, yaitu sekitar 2,25 meter dan beratnya mencapai 2,30 kilogram.

Singabarong melambangkan sosok raja yang gagah berani dan penuh wibawa. Topeng ini juga memiliki makna simbolis yang menggambarkan perpaduan antara kekuatan dan keindahan.

  • Gerakan Tari yang Energik

Tari Reog Ponorogo ditarikan dengan gerakan yang energik dan dinamis. Gerakan-gerakan tersebut menggambarkan sosok Singabarong yang sedang bersemangat dan penuh gairah.

Gerakan tari Reog Ponorogo juga diiringi oleh musik yang menghentak dan penuh semangat. Musik tersebut semakin menambah daya tarik dari tarian ini.

  • Properti Tari yang Unik

Tari Reog Ponorogo juga menggunakan berbagai properti tari yang unik, seperti:

  1. Jathilan

Jathilan adalah sekelompok penari perempuan yang mengenakan kostum prajurit. Mereka menari dengan gerakan yang anggun dan gemulai, namun tetap energik.

  1. Barongan

Barongan adalah sosok singa yang terbuat dari kulit kerbau. Barongan ini memiliki gerakan yang lincah dan agresif.

  1. Kuda Lumping

Kuda Lumping adalah sekelompok penari yang mengenakan kostum kuda. Mereka menari dengan gerakan yang dinamis dan penuh semangat.

  • Nilai-nilai Budaya

Tari Reog Ponorogo tidak hanya merupakan sebuah tarian yang indah, tetapi juga memiliki nilai-nilai budaya yang tinggi. Tarian ini melambangkan kekuatan, keberanian, dan keagungan.

Tari Reog Ponorogo juga memiliki makna simbolis yang menggambarkan perjuangan rakyat Ponorogo dalam melawan penjajah.

Keunikan-keunikan tersebut menjadikan Tari Reog Ponorogo sebagai salah satu tarian tradisional yang paling populer di Indonesia. Tarian ini telah menjadi ikon budaya Ponorogo dan kebanggaan masyarakat Indonesia.

Kesimpulan (Tarian Reog Ponorogo)

Tari Reog Ponorogo tidak hanya sekadar tarian, melainkan warisan budaya yang kaya akan makna dan filosofi. Dari asal daerah hingga makna simbolis, setiap elemen dalam tarian ini mencerminkan kekayaan dan keindahan budaya Indonesia.

Baca Juga Artikel Lainnya

๐Ÿ”
๐Ÿ“ƒ

Tari Payung: Sejarah, Makna, Gerakan, Properti, Pola Lantai, Keunikan

1 Month ago โ€” Sejarah Tari Payung Tari Payung adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Daerah Minangkabau, Sumatera Barat. Tarian ini merupakan tarian berpasangan yang ditarikan oleh penari berjumlah genap, biasanya tiga pasang. Tari Payung mulai populer pada tahun 1960-an dan menjadi salah satu tarian khas Minangkabau yang paling terkenal.