InpoRRA ยป Blog

๐ŸŒ

Tari payung

Tari Payung: Sejarah, Makna, Gerakan, Properti, Pola Lantai, Keunikan

Sejarah Tari Payung

Tari Payung adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Daerah Minangkabau, Sumatera Barat. Tarian ini merupakan tarian berpasangan yang ditarikan oleh penari berjumlah genap, biasanya tiga pasang. Tari Payung mulai populer pada tahun 1960-an dan menjadi salah satu tarian khas Minangkabau yang paling terkenal.

Tari Payung diperkirakan berasal dari tradisi masyarakat Minangkabau yang sering menggunakan payung sebagai alat perlindungan dari hujan atau panas. Payung juga sering digunakan sebagai alat untuk bersosialisasi atau berkumpul di tempat terbuka.

Tarian ini awalnya dibawakan oleh penari laki-laki dan perempuan yang berpakaian adat Minangkabau. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, tari Payung juga sering dibawakan oleh penari laki-laki dan perempuan yang berpakaian modern.

Tari Payung diiringi oleh musik tradisional Minangkabau “Babendi-Bendi” yang terdiri dari alat musik talempong, saluang, dan bansi. Tarian ini biasanya ditampilkan dalam acara-acara adat, seperti pernikahan, penyambutan tamu, atau festival budaya.

Makna dan Filosofi Tari Payung

Berikut adalah 3 makna dan filosofi Tari Payung:

1. Cinta dan Kasih Sayang

Makna yang paling utama dari Tari Payung adalah cinta dan kasih sayang. Tarian ini menggambarkan kisah cinta antara seorang pria dan wanita yang saling mencintai dan menyayangi. Payung yang digunakan dalam tarian ini melambangkan perlindungan dan kasih sayang yang diberikan oleh pria kepada wanitanya.

2. Perlindungan

Payung juga melambangkan perlindungan. Dalam kehidupan berumah tangga, seorang suami memiliki kewajiban untuk melindungi istrinya dari segala macam bahaya. Payung dalam Tari Payung melambangkan tanggung jawab seorang suami untuk melindungi istrinya.

3. Keselarasan dan Keharmonisan

Tari Payung juga melambangkan keselarasan dan keharmonisan. Gerakan-gerakan dalam tarian ini menggambarkan hubungan yang harmonis antara pria dan wanita. Payung yang digunakan dalam tarian ini melambangkan keselarasan dan keharmonisan dalam kehidupan berumah tangga.

Selain makna dan filosofi di atas, Tari Payung juga memiliki makna lain yang lebih luas. Tarian ini dapat dimaknai sebagai simbol dari keindahan dan keanggunan. Payung yang digunakan dalam tarian ini melambangkan keindahan dan keanggunan seorang wanita.

Komponen Wajib Tari Payung, yaitu:

Berikut adalah penjelasan lebih rinci dari masing-masing komponen wajib tari payung:

Gerakan penari

Gerakan penari tari payung dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu gerakan tari payung dan gerakan tari lepas. Gerakan tari payung adalah gerakan yang dilakukan sambil memegang payung. Gerakan tari lepas adalah gerakan yang dilakukan tanpa memegang payung.

Gerakan tari payung biasanya menggambarkan kisah cinta dan kasih sayang antara suami dan istri. Misalnya, gerakan mencium payung menggambarkan rasa cinta dan kasih sayang seorang suami kepada istrinya. Gerakan membuka dan menutup payung menggambarkan kebahagiaan dan kesedihan dalam kehidupan berumah tangga.

Pengiring tarian

Musik yang mengiringi tari payung biasanya menggunakan alat musik tradisional, seperti talempong, saluang, dan bansi. Talempong adalah alat musik perkusi yang terbuat dari bahan jenis logam. Saluang adalah alat musik tiup yang terbuat dari tanaman bambu. Bansi adalah alat musik tiup yang terbuat dari logam.

Lagu yang mengiringi tari payung biasanya merupakan lagu-lagu tradisional Minangkabau. Lagu-lagu tersebut biasanya memiliki lirik yang menggambarkan kisah cinta dan kasih sayang.

Dekorasi panggung

Dekorasi panggung dalam tari payung biasanya menggambarkan suasana alam Minangkabau, seperti sawah, ladang, dan rumah adat Minangkabau. Dekorasi panggung juga dapat menggambarkan kisah cinta dan kasih sayang antara suami dan istri.

Misalnya, dekorasi panggung dapat berupa sawah yang luas dan hijau. Sawah yang luas dan hijau menggambarkan keindahan alam Minangkabau. Sawah yang luas dan hijau juga dapat menggambarkan kebahagiaan dalam kehidupan berumah tangga.

Pakaian penari

Pakaian penari dalam tari payung biasanya menggunakan pakaian adat Minangkabau. Penari wanita mengenakan baju kurung, kain songket, dan suntiang. Baju kurung adalah baju tradisional Minangkabau yang memiliki lengan panjang dan tertutup. Kain songket adalah kain tenun tradisional Minangkabau yang memiliki motif yang indah. Suntiang adalah mahkota adat Minangkabau yang terbuat dari emas.

Penari pria mengenakan baju teluk belanga, kain songket, dan peci. Baju teluk belanga adalah baju tradisional Minangkabau yang memiliki lengan pendek dan terbuka. Kain songket adalah kain tenun tradisional Minangkabau yang memiliki motif yang indah. Peci adalah penutup kepala tradisional Minangkabau yang terbuat dari kain.

Properti penari

Properti penari dalam tari payung adalah payung. Payung dalam tari payung digunakan sebagai simbol kasih sayang dan perlindungan. Payung juga digunakan untuk menggambarkan kisah cinta dan kasih sayang antara suami dan istri.

Payung yang digunakan dalam tari payung biasanya terbuat dari kain sutra atau kain katun. Payung yang digunakan dalam tari payung juga biasanya memiliki motif yang indah.

Dengan adanya lima komponen wajib tersebut, tari payung dapat tersaji secara apik dan indah. Tari payung juga dapat menggambarkan kisah cinta dan kasih sayang antara suami dan istri secara lebih mendalam.

Struktur Gerak Tari Payung, yaitu:

Gerakan Pembuka

Gerakan pembuka Tari Payung dibawakan oleh penari pria. Gerakan ini bertujuan untuk memperkenalkan diri dan membangun suasana tarian. Gerakan pembuka biasanya terdiri dari gerakan-gerakan pencak silat, seperti langkah-langkah kaki, ayunan tangan, dan tebasan pedang.

Gerakan Inti

Gerakan inti Tari Payung dibawakan oleh kedua penari. Gerakan ini menggambarkan interaksi antara seorang pria dan wanita. Gerakan inti biasanya terdiri dari gerakan-gerakan yang lemah lembut, seperti menari, berjalan, dan berputar.

Gerakan Penutup

Gerakan penutup Tari Payung dibawakan oleh kedua penari. Gerakan ini bertujuan untuk mengakhiri tarian. Gerakan penutup biasanya terdiri dari gerakan-gerakan yang lambat dan menenangkan.

Gerakan Tari Payung memiliki ciri khas yang unik, yaitu gerakan yang lemah lembut namun juga kuat. Gerakan lemah lembut menggambarkan kelembutan seorang wanita, sedangkan gerakan kuat menggambarkan kekuatan seorang pria.

Selain gerakan, Tari Payung juga memiliki iringan musik yang khas, yaitu musik tradisional Minangkabau. Musik ini dimainkan dengan alat musik tradisional, seperti saluang, talempong, dan rabab.

Fungsi Tari Payung, yaitu

Berikut adalah 3 fungsi Tari Payung:

Fungsi Upacara

Dalam upacara turun mandi, Tari Payung ditampilkan oleh dua orang penari, yaitu seorang penari laki-laki dan seorang penari perempuan. Penari laki-laki memegang payung, sedangkan penari perempuan menari di bawah payung tersebut. Gerakan tarinya menggambarkan kasih sayang dan perlindungan seorang ayah terhadap anaknya.

Fungsi Pertunjukan

Tari Payung yang ditampilkan sebagai sarana pertunjukan biasanya memiliki tema yang lebih beragam. Tema yang sering diangkat dalam Tari Payung antara lain cinta kasih, kegembiraan, dan keindahan alam. Gerakan tarinya juga lebih dinamis dan menarik untuk ditonton.

Fungsi Pendidikan

Tari Payung dapat mengajarkan tentang nilai-nilai budaya Minangkabau melalui cerita yang diangkat dalam tarian tersebut. Misalnya, dalam Tari Payung yang mengangkat tema cinta kasih, dapat mengajarkan tentang pentingnya menjaga cinta kasih dalam keluarga.

Selain itu, Tari Payung juga dapat mengajarkan tentang keindahan dan keanggunan gerak tari Minangkabau. Tarian ini menggunakan gerakan yang anggun dan gemulai, sehingga dapat menjadi inspirasi bagi para penari muda.

Pola Lantai Tari Payung

Tari Payung adalah salah satu tarian tradisional Indonesia yang berasal dari Sumatera Barat. Tarian ini dibawakan oleh penari laki-laki dan perempuan yang berpasangan, dengan menggunakan payung sebagai properti utama.

Pola lantai tari Payung tergolong sederhana, namun tetap memiliki makna dan nilai-nilai estetika yang tinggi. Berikut adalah pola lantai yang digunakan dalam tari Payung:

  • Pola lantai vertikal

Pola lantai vertikal adalah pola lantai yang membentuk garis lurus dari depan ke belakang. Pola lantai ini digunakan untuk melambangkan hubungan antara pria dan wanita yang saling menghormati dan menyayangi.

  • Pola lantai horizontal

Pola lantai horizontal adalah pola lantai yang membentuk garis lurus dari samping kanan ke samping kiri. Pola lantai ini digunakan untuk melambangkan kesetaraan antara pria dan wanita.

  • Pola lantai lingkaran

Pola lantai lingkaran adalah pola lantai yang membentuk lingkaran. Pola lantai ini digunakan untuk melambangkan kesatuan dan kebersamaan.

  • Pola lantai diagonal

Pola lantai diagonal adalah pola lantai yang membentuk garis miring dari sudut kiri atas ke sudut kanan bawah atau sebaliknya. Pola lantai ini digunakan untuk melambangkan dinamika dan gerak tari yang dinamis.

Dalam tari Payung, pola lantai digunakan untuk mengatur posisi penari agar tidak saling bertabrakan dan untuk menciptakan keindahan dan harmoni dalam gerakan tari. Pola lantai juga digunakan untuk menyampaikan makna dan pesan tertentu dalam tarian.

Detail Pola Lantai Tari Payung**

Pola lantai vertikal dalam tari Payung biasanya digunakan pada bagian awal tarian, untuk memperkenalkan penari dan properti payung. Pola lantai ini juga digunakan untuk menggambarkan suasana khidmat dan sakral.

Pola lantai horizontal dalam tari Payung biasanya digunakan pada bagian tengah tarian, untuk menggambarkan suasana kebersamaan dan kegembiraan. Pola lantai ini juga digunakan untuk memberikan kesan luas dan lapang pada panggung.

Pola lantai lingkaran dalam tari Payung biasanya digunakan pada bagian akhir tarian, untuk menggambarkan suasana kebersamaan dan kesatuan. Pola lantai ini juga digunakan untuk memberikan kesan dinamis dan harmonis pada tarian.

Pola lantai diagonal dalam tari Payung biasanya digunakan pada bagian transisi antar gerakan, untuk menciptakan kesan dinamis dan gerak tari yang mengalir. Pola lantai ini juga digunakan untuk menggambarkan suasana yang ceria dan penuh semangat.

Pemanfaatan Pola Lantai Tari Payung**

Pola lantai tari Payung dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, antara lain:

  • Untuk memperindah gerakan tari

Pola lantai dapat digunakan untuk memperindah gerakan tari dengan menciptakan kesan dinamis, harmonis, dan estetis.

  • Untuk menyampaikan makna

Pola lantai dapat digunakan untuk menyampaikan makna tertentu dalam tarian, seperti hubungan antara pria dan wanita, kesatuan dan kebersamaan, atau dinamika gerak tari.

  • Untuk mengatur posisi penari

Pola lantai dapat digunakan untuk mengatur posisi penari agar tidak saling bertabrakan dan untuk menciptakan susunan penari yang rapi dan indah.

Keunikan Tari Payung

Tari Payung merupakan salah satu tarian tradisional Indonesia yang berasal dari Minangkabau, Sumatra Barat. Tarian ini merupakan perpaduan antara tari Melayu dan tari Minangkabau, sehingga memiliki keunikan tersendiri. Berikut adalah 5 keunikan Tari Payung:

1. Sejarah yang Panjang

Tari Payung sudah ada sejak zaman dahulu, tepatnya pada abad ke-16. Tarian ini awalnya merupakan tarian pengiring untuk hiburan para bangsawan di istana. Namun, seiring berjalannya waktu, Tari Payung semakin populer dan berkembang menjadi tarian yang bisa dinikmati oleh masyarakat umum.

2. Penari Berpasangan

Tari Payung biasanya ditarikan oleh dua orang penari, yaitu penari pria dan penari wanita. Penari pria memegang payung, sedangkan penari wanita menari di bawah payung tersebut. Gerakan Tari Payung sangat harmonis dan dinamis, sehingga terlihat sangat indah dan menarik.

3. Makna yang Mendalam

Tari Payung memiliki makna yang mendalam, yaitu melambangkan cinta kasih dan kesetiaan. Payung yang digunakan dalam tarian ini melambangkan perlindungan dan kasih sayang. Sedangkan, penari wanita yang menari di bawah payung melambangkan wanita yang lemah lembut dan dilindungi oleh pria.

4. Gerakan yang Lembut dan Anggun

Tari Payung memiliki gerakan yang lembut dan anggun, sehingga terlihat sangat feminin. Gerakan-gerakan tersebut didominasi oleh gerakan tangan, kaki, dan pinggul. Penari juga menggunakan payung sebagai properti untuk memperindah gerakannya.

5. Properti yang Unik

Tari Payung menggunakan properti yang unik, yaitu payung. Payung yang digunakan dalam tarian ini biasanya terbuat dari kain sutra atau satin. Payung tersebut dihiasi dengan berbagai macam ornamen, seperti manik-manik, payet, dan bordir.

Keunikan-keunikan tersebut membuat Tari Payung menjadi salah satu tarian tradisional Indonesia yang paling populer. Tarian ini sering ditampilkan dalam berbagai acara, baik formal maupun informal.

Baca Juga Artikel Lainnya

๐Ÿ”
๐Ÿ“ƒ

Tarian Reog Ponorogo: Asal, Sejarah, Makna, Baju, & Keunikan

1 Month ago โ€” Tari Reog Ponorogo adalah Tarian Reog Ponorogo adalah tarian tradisional dari Ponorogo, Jawa Timur yang telah diakui sebagai salah satu warisan budaya takbenda Indonesia oleh UNESCO pada tahun 2013. Tarian ini memiliki daya tarik yang luar biasa karena menampilkan perpaduan antara unsur tari, musik, dan drama.