InpoRRA ยป Blog

๐ŸŒ

Snapdragon 680 vs Helio G96

Adu Performa Snapdragon 680 vs Helio G96

Snapdragon 680 vs Helio G96: Perbandingan Lengkap - Snapdragon 680 dan Helio G96 adalah dua chipset kelas menengah yang populer di pasaran smartphone saat ini. Keduanya menawarkan performa yang cukup baik untuk menjalankan berbagai aplikasi dan game populer. Namun, ada beberapa perbedaan penting di antara kedua chipset ini, terutama dalam hal arsitektur, prosesor, dan GPU.

Snapdragon 680 menggunakan arsitektur 6nm yang lebih kecil dan efisien dibandingkan Helio G96 yang menggunakan arsitektur 12nm. Hal ini membuat Snapdragon 680 lebih hemat daya dan menghasilkan panas yang lebih sedikit. Selain itu, Snapdragon 680 juga memiliki konfigurasi CPU dan GPU yang lebih baik dibandingkan Helio G96.

Tabel Perbandingan

Fitur Snapdragon 680 Helio G96
Arsitektur 6nm 12nm
Prosesor Kryo 265 ARM Cortex-A76
Core 4x 2.4GHz + 4x 1.8GHz 2x 2.05GHz + 6x 2.0GHz
GPU Adreno 610 Mali-G57 MC2
RAM 4GB-8GB 4GB-12GB
Jaringan 4G 4G
Wi-Fi 802.11ac 802.11ac
Penyimpanan 64GB-128GB 64GB-256GB
Sistem operasi Android 12 Android 12
Layar 6,4 inci-6,7 inci 6,4 inci-6,7 inci
Kamera belakang 48MP-64MP 64MP-108MP
Kamera depan 16MP-32MP 16MP-20MP
Baterai 4.500mAh-5.000mAh 4.500mAh-5.000mAh
Harga Rp2.5 juta-Rp3.5 juta Rp2.5 juta-Rp4 juta

Penjelasan Tabel Snapdragon 680 vs Helio G96

  • Arsitektur

Snapdragon 680 menggunakan arsitektur 6nm yang lebih kecil dan efisien dibandingkan Helio G96 yang menggunakan arsitektur 12nm. Hal ini membuat Snapdragon 680 lebih hemat daya dan menghasilkan panas yang lebih sedikit.

  • Prosesor

Snapdragon 680 memiliki prosesor Kryo 265 yang terdiri dari empat core Cortex-A73 dan empat core Cortex-A53. Sedangkan Helio G96 memiliki prosesor ARM Cortex-A76 yang terdiri dari dua core Cortex-A76 dan enam core Cortex-A55.

Secara umum, Snapdragon 680 memiliki performa CPU yang lebih baik dibandingkan Helio G96. Hal ini dikarenakan Snapdragon 680 memiliki core Cortex-A73 yang lebih kencang dibandingkan Cortex-A76.

  • GPU

Snapdragon 680 memiliki GPU Adreno 610 yang lebih kencang dibandingkan Mali-G57 MC2 milik Helio G96. Hal ini membuat Snapdragon 680 lebih unggul untuk menjalankan game dan aplikasi grafis berat.

  • RAM

Keduanya memiliki pilihan RAM yang sama, mulai dari 4GB hingga 8GB.

  • Jaringan

Keduanya hanya mendukung jaringan 4G.

  • Wi-Fi

Keduanya mendukung Wi-Fi 802.11ac.

  • Penyimpanan

Keduanya memiliki pilihan penyimpanan yang sama, mulai dari 64GB hingga 128GB.

  • Sistem operasi

Keduanya sudah menjalankan sistem operasi Android 12.

  • Layar

Keduanya memiliki ukuran layar yang sama, mulai dari 6,4 inci hingga 6,7 inci.

  • Kamera belakang

Keduanya memiliki pilihan kamera belakang yang sama, mulai dari 48MP hingga 64MP.

  • Kamera depan

Keduanya memiliki pilihan kamera depan yang sama, mulai dari 16MP hingga 32MP.

  • Baterai

Keduanya memiliki kapasitas baterai yang sama, mulai dari 4.500mAh hingga 5.000mAh.

  • Harga

Keduanya memiliki rentang harga yang sama, mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp4 juta.

Berdasarkan perbandingan di atas, Snapdragon 680 memiliki beberapa keunggulan dibandingkan Helio G96, yaitu:

  • Arsitektur yang lebih kecil dan lebih hemat daya
  • Konfigurasi CPU yang lebih baik
  • GPU yang lebih bertenaga

Rekomendasi yang Layak untuk Anda Pertimbangkan

  • Snapdragon 680 lebih cocok untuk pengguna yang mengutamakan performa dan efisiensi daya.
  • Helio G96 lebih cocok untuk pengguna yang mengutamakan performa gaming.

Kesimpulan

Berdasarkan spesifikasi dan penjelasan di atas, Snapdragon 680 lebih direkomendasikan untuk pengguna yang menginginkan performa yang lebih baik dan lebih hemat daya. Namun, Helio G96 memiliki keunggulan dalam hal harga yang lebih terjangkau. Helio G96 juga lebih cocok untuk pengguna yang menginginkan kamera belakang dengan resolusi lebih tinggi (64MP vs 48MP).

Baca Juga Artikel Lainnya

๐Ÿ”
๐Ÿ“ƒ

Ketahui Cara Setting Opsi Pengembang Xiaomi dan Manfaatnya

25 Days ago โ€” Setting opsi pengembang Xiaomi? - Opsi pengembang adalah fitur tersembunyi di Android yang dapat digunakan untuk mengontrol dan menyesuaikan berbagai aspek perangkat. Fitur ini biasanya digunakan oleh para pengembang aplikasi untuk menguji aplikasi mereka, tetapi juga dapat digunakan oleh pengguna umum untuk meningkatkan kinerja dan fungsionalitas perangkat mereka.